Video Detik-Detik Pengendara Mobil Ngamuk Ditengah Jalan

Video Detik-Detik Pengendara Mobil Ngamuk Ditengah Jalan

Rabu, 02 Desember 2020, 2:52:00 PM
Video Detik-Detik Pengendara Mobil Ngamuk Ditengah Jalan

Video Detik-Detik Pengendara Mobil Ngamuk Ditengah Jalan


Tribunnetizen.news - Media sosial dihebohkan dengan aksi arogan seorang pengendara mobil terhadap pengendara mobil lainnya dipinggir jalan.

 

Informasi yang kami terima, bahwa kejadian tersebut terjadi di daerah Cipaganti, Bandung, Jawa Barat.

 

Dari video tersebut tampak si pengendara mobil yang mengenakan kaos hitam mengamuk mengampiri mobil mereka hendak mengajak ribut.


"Mau apa kamu?" teriak si pengendara mobil dari luar.


Diduga pengendara mobil tersebut berkendara dengan ugal-ugalan sambil menghidupkan sirine.


"Ngajak ribut padahal dia yang kebut-kebutan," kata wanita si perekam video tersebut.


"Dari nglakson gila-gilaan, ugal-ugalan, yaampun, pake sirine," tambah wanita tersebut.


Pada keterangan video tersebut juga dijelaskan bahwa menggunakan sirine di kendaraan pribadi itu dilarang oleh Undang-Undang.


"Beredar video oknum pengendara yang arogan di jalan, buat warga kota Bandung kami sampaikan untuk penggunaan sirine di mobil pribadi itu DILARANG secara undang-undang," tulis keterangan video tersebut.


Video tersebut juga menuliskan adapun Undang-Undang yang mengatur mengenai pemasangan lampu isyarat dan prosedur dan sirene diatur dalam Pasal 59 UU No.22 Tahun 2009..

 

Dalam UU no 22 tahun 2009 disebutkan prosedur dan tata cara pemasangan lampu isyarat dan sirene diatur dalam Pasal 59 UU No.22 Tahun 2009. Bunyi pasal tersebut sebagai berikut :


1. Untuk kepentingan tertentu, kendaraan bermotor dapat dilengkapi dengan lampu isyarat dan/atau sirene.


2. Lampu isyarat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) terdiri atas warna:


a. merah;


b. biru; dan


c. kuning.


3. Lampu isyarat warna merah atau biru sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf a dan huruf b serta sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) berfungsi sebagai tanda kendaraan bermotor yang memiliki hak utama.


4. Lampu isyarat warna kuning sebagaimana dimaksud pada ayat (2) huruf c berfungsi sebagai tanda peringatan kepada pengguna jalan lain.


5. Penggunaan lampu isyarat dan sirene sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) sebagai berikut:


a. Lampu isyarat warna biru dan sirene digunakan untuk Kendaraan Bermotor petugas Kepolisian Negara Republik Indonesia;


b. Lampu isyarat warna merah dan sirene digunakan untuk kendaraan bermotor tahanan, pengawalan Tentara Nasional Indonesia, pemadam kebakaran, ambulans, palang merah, rescue, dan jenazah; dan


c. Lampu isyarat warna kuning tanpa sirene digunakan untuk kendaraan bermotor patroli jalan tol, pengawasan sarana dan prasarana lalu lintas dan angkutan jalan, perawatan dan pembersihan fasilitas umum, menderek kendaraan, dan angkutan barang khusus.


 

(Tribunnetizen.news/Celine)








 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


















#LAPAKPOKER

#LAPAKDEWA


LAPAK POKER

LAPAK DEWA

 

TerPopuler

close