Video Sang Legenda Sepak Bola 'Diego Maradona' Meninggal Dunia Karena Serangan Jantung

Video Sang Legenda Sepak Bola 'Diego Maradona' Meninggal Dunia Karena Serangan Jantung

Kamis, 26 November 2020, 12:17:00 PM
Video Sang Legenda Sepak Bola 'Diego Maradona' Meninggal Dunia Karena Serangan Jantung

Video Sang Legenda Sepak Bola 'Diego Maradona' Meninggal Dunia Karena Serangan Jantung

Tribunnetizen.news - Legenda sepakbola asal Argentina, Diego Maradona diketahui meninggal dunia setelah mengalami serangan jantung.

 

Maradona meninggal dunia akibat henti jantung di rumahnya, Rabu (25/11/2020) malam WIB. Mantan pemain Barcelona dan Napoli ini meninggal di usia 60 tahun.


Pada awal November tahun ini, Maradona sempat dibawa ke rumah sakit. Setelah menjalani pemeriksaan di klinik Olivos, Ipensa Sanatorium di La Plata, Argentina, Maradona harus dioperasi pada Selasa (3/11/2020) waktu setempat, berdasarkan hasil CT scan yang menemukan adanya hematoma subdural.


Hematoma subdural adalah kumpulan darah di permukaan otak, tepatnya di antara dua lapisan pelindung otak, yakni dura mater dan arachnoid. Penyebab gumpalan darah biasanya muncul akibat benturan atau pukulan keras di kepala.


Operasi tersebut sejatinya berjalan lancar. Dia lantas mendapatkan izin untuk pulang ke rumah pada pertengahan November. Sejak saat itu tak ada lagi kabar terkait kondisi kesehatan Maradona hingga akhirnya berita duka yang muncul.


Kepergian Maradona menjadi pukulan untuk negara Argentina. Maradona sempat berhasil mengantarkan Albiceleste meraih trofi Piala Dunia 1986 di Meksiko.


Sebagai bentuk penghormatan terhadap Diego Maradona, pemerintah Argentina menetapkan tiga hari berkabung nasional. 

 

Presiden Argentina Alberto Fernandez bahkan langsung mengunggah foto bersama Maradona.

 

"Kamu membawa kami ke tempat tertinggi di dunia. Kamu membuat kami luar biasa bahagia. Kamu adalah yang terbaik dari semua. Terima kasih telah hadir, Diego. Kami akan merindukanmu di sisa hidup kami," tulis Presiden Argentina.


Klub Liga Italia, Napoli, juga terpukul dengan kepergian Maradona. Partenopei berhasil dibawa Maradona berkibar di Eropa setelah dua kali merajai Liga Italia dan sekali juara Piala UEFA.

 

"Sebuah hari menyedihkan untuk semua rakyat Argentina dan bagi dunia sepak bola. Dia meninggalkan kita, tetapi tidak akan menghilang, karena Diego itu abadi," ketik Messi di akun Instagram.


"Saya menyimpan kenangan indah yang dijalani bersamanya dan saya ingin menggunakan kesempatan untuk mengirim belasungkawa kepada semua keluarga dan rekannya," lanjut kapten timnas Argentina dan FC Barcelona itu.


Lionel Messi pernah merasakan polesan Diego Maradona di timnas Argentina pada 2008-2010.


Dalam kesempatan beberapa tahun lalu, superstar berusia 33 tahun itu mengungkapkan betapa tinggi status Maradona sebagai individu dalam sejarah.


"Sekalipun saya bermain berjuta-juta tahun, saya tak akan pernah bisa mendekati Maradona. Dia adalah yang terbaik dari yang pernah ada," tutur Messi.




 

Kendati tak pernah bersinggungan langsung dengan Maradona seperti Messi, Cristiano Ronaldo tak luput memberikan respek tinggi bagi sang legenda.


Lagi-lagi, CR7 juga mengimbuhkan kata "abadi" dalam ucapan dukacita.


Maradona mengajarkan kepada dunia sepak bola lebih dari sekadar patokan jumlah gelar, melainkan warisan tanpa batas bagi generasi selanjutnya.


"Saya mengucapkan selamat tinggal kepada teman dan dunia mengucap selamat tinggal kepada sosok genius yang abadi."


"Salah satu yang terbaik yang pernah ada. Penyihir yang tak tertandingi," ketik Ronaldo dalam ucapan belasungkawa bagi Maradona di Instagram.


"Dia pergi terlalu cepat, tetapi meninggalkan warisan tanpa batas dan kekosongan yang tak akan pernah bisa diisi. Beristirahat dengan damai. Anda tak akan pernah terlupakan," lanjut bintang Juventus itu.

Credit : Okezone


Diego Armando Maradona lahir di Lanus, Buenos Aires, Argentina, pada 30 Oktober 1960.


Setelah membela Argentinos Juniors (1977-1980) dan Boca Juniors (1981), Maradona hijrah ke Barcelona (1982-1984).


Kesuksesannya lebih menonjol bersama Napoli (1984-1991) dengan hiasan gelar dua kali juara Serie A, serta 1 trofi Coppa Italia, Piala UEFA, dan Piala Super Italia.


Sempat melanjutkan karier di Sevilla (1992-93), Newell's Old Boys (1993-94), dan Boca Juniors (1995-98), Maradona gantung sepatu.


Puncak kariernya terjadi bersama timnas Argentina, yang menjuarai Piala Dunia 1986 dengan diwarnai momen legendaris Gol Tangan Tuhan di laga kontra Inggris pada perempat final.


Terakhir, Maradona bertugas melatih Gimnasia de La Plata hingga tutup usia dalam tugasnya.


 

(Tribunnetizen.news/Celine)








 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

















#LAPAKPOKER

#LAPAKDEWA

 

TerPopuler

close