Viral Video Remaja Fitnah Mesjid Setel Lagu Dugem Demi Konten Tiktok Ditangkap

Viral Video Remaja Fitnah Mesjid Setel Lagu Dugem Demi Konten Tiktok Ditangkap

Senin, 05 Oktober 2020, 11:13:00 PM
Viral Video Remaja Fitnah Mesjid Setel Lagu Dugem Demi Konten Tiktok Ditangkap

Tribunnetizen.news - Viral Video Remaja Fitnah Mesjid Setel Lagu Dugem Demi Konten Tiktok Ditangkap - Seorang remaja viral dimedia sosial setelah video tiktoknya yang memfitnah mesjid memutar lagu dugem.

Remaja pemilik akun tiktok @kenwilboy yang diketahui bernama Kenneth William.

Pelaku melalui video konten tiktok-nya yang menyinggung tempat ibadah umat Islam dan motifnya ingin menambah followers akun tiktoknya.

Dalam video itu, sang pemilik akun itu mengaku mendengar salah satu lagu yang ada dalam aplikasi TikTok dari masjid tersebut.

“ Gue lagi jalan-jalan terus gue mendengar suara ini (suara musik) ternyata suaranya dari sana guys (menunjuk masjid Pajagalan). Yang nyetel lagu ini benar-bener enggak ada akhlak, kacau, kacau, haduh,” ujar pemilik akun tiktok, @kenwilboy, dalam unggahan videonya.

Unggahannya tersebut langsung memicu kemarahan para jemaah dan alumni pesantren Pajagalan. Ratusan komentar mempertanyakan maksud konten tersebut.

Pasalnya, jemaah menilai konten tersebut merupakan berita bohong. Pemilik akun @kenwilboy, diduga melakukan editan terhadap konten tersebut.

Dan akhirnya pelaku diamankan polisi, karena diduga membuat konten yang menyingung salah satu organisasi masyarakat Islam.

Setelah menuduh bahwa ada yang memutar lagu Tik Tok di masjid, Kenneth yang menyebut dirinya sebagai pengusaha ini, kemudian mengunggah video selanjutnya dimana dia mengakui bahwa video sebelumnya settingan semata.

Kenneth mengklaim bahwa video yang dibuatnya adalah video edukasi, meskipun dia telah mengedit suara pada video tersebut.

"Bacot lu. Itu rasis darimana? Orang gua bikin konten itu untuk edukasi. Jangan setel lagu di masjid!" kata Kenneth di videonya yang lain.


"Walaupun recording tersebut gua pake editan, itu cuma buat perumpamaan. Tapi, maksudnya tuh jangan pernah setel lagu di masjid," tambah Kenneth lagi.


Dia justru menyindir orang yang tersinggung dengan video tersebut dan mengatakan otak mereka tidak mampu mencerna makna dari video yang dibuatnya.

Di akhir video, dia justru mengajak para penontonnya untuk mengikuti Giveaway smartphone mahal.

Ia mengaku khilaf atas konten yang menarik perhatian masyarakat tersebut.

"Saya Kenneth William, saya meminta maaf sebesar-besarnya kepada umat Islam dan kepada Persis, dan kepada semua orang yang tersinggung oleh konten saya tersebut di tiktok kemarin, saya berjanji tidak akan mengulanginya lagi," kata Kenneth, saat dihadirkan di Mapolrestabes Bandung, dengan menggunakan baju tahanan, Senin (5/10/2020).

Kenneth yang saat ini berstatus sebagai tahanan, mengaku khilaf atas konten video tiktok yang diunggahnya kemarin. Ia menegaskan tidak ada yang menyuruhnya untuk membuat konten tersebut.

"Saya cuman khilaf, iseng, maaf. Enggak ada (yang nyuruh), sama sekali enggak. Hanya iseng. Padahal saya tuh tidak punya mimpi seperti ini. Saya paham banget saya bersalah dan menyinggung banyak orang. Padahal tuh saya punya mimpi dari dulu, saya pengen suatu saat bisa bukan terkenal dengan cara yang seperti ini tapi dengan yang mengharumkan bangsa," ucapnya.

Sementara itu Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Ulung Sampurna Jaya diwaktu dan tempat yang sama mengatakan, dari hasil pemeriksaan kepada Kenneth, ia menyimpulkan motif pelaku hanya untuk menambahkan followers pada akun media sosial pelaku.

"Motifnya hanya untuk tambah followers. Dia memang sudah merencanakan pembuatan konten video tersebut," kata Ulung.

Ulung mengatakan latarbelakang musik DJ, yang ada dalam video yang di buat pelaku juga telah terbukti hasil editan. Dalam kasus ini penyidik kepolisian terapkan pasal ITE terhadap pelaku yang kesehariannya diketahui sebagai salah satu mahasiswa di Kota Bandung.

"Yang kita terapkan yakni pasal 45 A ayat 2 UU RI nomor 19 tahun 2016 perubahan atas UU nomor 11 tahun 2008 tentang informasi dan transaksi elektronik. Ancaman pidananya maksimal 6 tahun," pungkasnya.

Nonton Videonya disini :

(Tribunnetizen.news/Celine)































































Daftar Poker IDN

TerPopuler

close