Kayak Nangkap Maling!! Penangkapan Jerinx SID 'Tangan Diikat Kabel T' Tersangka Ujaran Kebencian

Kayak Nangkap Maling!! Penangkapan Jerinx SID 'Tangan Diikat Kabel T' Tersangka Ujaran Kebencian

Kamis, 13 Agustus 2020, 11:39:00 AM

Kayak Nangkap Maling!! Penangkapan Jerinx SID 'Tangan Diikat Kabel T' Tersangka Ujaran Kebencian

Tribunnetizen.news - Personil band Superman is Dead (SID), I Gede Ari Astana alias Jerinx resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan ujaram kebencian oleh Polda Bali. 

Dalam foto dan video yang beredar terlihat saat ditangkap tangan Jerinx terlihat diikat dengan kabel T, kayak nangkap maling ya. Padahal kemarin saat dipanggil Polda Jerinx sudah datang dan kooperatif.
Ia ditetapkan sebagai tersangka setelah dilaporkan oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) terkait pernyataannya yang diunggah lewat media sosial Instagram pribadinya.


Dirkrimsus Polda Bali Kombes Yuliar Kus Nugroho mengamini ihwal penetapan tersangka terhadap Jerinx. Bahkan, Jrx sudah langaung dilakukan penahanan pasca-ditetapkan sebagai tersangka, hari ini.



"Sudah jadi tersangka, sudah diperiksa dan sudah ditahan hari ini," kata Yuliar Kus Nugroho saat dikonfirmasi wartawan, Rabu (12/8/2020).

Jerinx dikenakan pelanggaran Pasal 28 ayat 2 Undang-Undang ITE. Saat ini, penabuh drum band punk rock asal Bali tersebut sedang langsung menjalani proses penahanan di Polda Bali. "Sudah ditahan Jerinx. Sejak hari ini," singkatnya.



Jerinx dilaporkan oleh IDI Provinsi Bali terkait kasus dugaan pencemaran nama baik dan ujaran kebencian pada 16 Juli 2020 lalu. IDI merasa dihina oleh Jerinx karena IDI dan rumah sakit disebut menjadi kacung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Atas dasar itu, IDI provinsi Bali melaporkan postingan tersebut ke Polda Bali. Dalam laporannya, Jerinx diduga melanggar Pasal 28 Ayat (2) Jo Pasal 45A Ayat (2) dan atau Pasal 27 Ayat (3) Jo Pasal 45 Ayat (3) Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Terkait laporan tersebut, Polda Bali sudah memeriksa Jerinx. Polisi sudah mengantongi keterangan Jerinx sebelum pada akhirnya ditetapkan tersangka.

Jerinx menyatakan tidak gentar karena memperjuangkan nyawa rakyat yang jadi korban karena kebijakan kewajiban rapid test COVID-19 sebagai syarat administrasi. Jerinx mengatakan kritik tersebut dipersembahkan kepada para ibu-ibu.

"Kritik saya ini untuk ibu-ibu yang menjadi korban akibat dari kebijakan kewajiban rapid test," kata Jerinx berdasarkan keterangan tertulis yang diterima dari Gendo Law Office yang jadi tim kuasa hukumnya, Rabu (12/8/2020).

(Tribunnetizen.news/Celine)
























https://www.instagram.com/putriririajjah/
























Bandar Ceme Online Terpercaya

TerPopuler

close