Ledakan Beirut Lebanon Bukan Sebuah Kecelakaan! ini Buktinya...

Ledakan Beirut Lebanon Bukan Sebuah Kecelakaan! ini Buktinya...

Selasa, 11 Agustus 2020, 6:24:00 PM
Apakah Ledakan Beirut Lebanon Bukan Sebuah Kecelakaan? ini Buktinya...
Tribunnetizen.news -  Insiden ledakan dahsyat di Beirut, Lebanon masih menyisakan tanda tanya besar, dimana ledakan yang terjadi cukup besar.

Kasus ini masih diselidiki pemerintah Lebanon mengkonfirmasi bahwa ledakan akibat bahan peledak yang disimpan sejak 2014 di sebuah gudang dekat pelabuhan.

Presiden Lebanon Michael Aoun mengatakan pihaknya masih akan terus menelusuri apakah ada kemungkinan bahwa ledakan juga disebabkan adanya intervensi pihak asing yang bisa saja dugaan penyebab ledakan bukan hanya disebabkan kecelakaan atau kelalaian.

"Penyebabnya masih belum dapat ditentukan. Namun terbuka kemungkinan mengenai adanya intervensi asing melalui sebuah roket, bom, atau media lainnya," kata Aoun, dikutip dari laporan media lokal dan dikonfirmasi oleh kantor kepresidenan, Jumat 7 Agustus 2020.

Sebelumnya pemerintah Lebanon melalui Presiden dan Perdana Menteri Lebanon mengatakan bahwa ledakan berasal dari 2.750 ton amonium nitrat.

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu kembali menyebut ledakan dahsyat yang menewaskan sedikitnya 135 orang di Lebanon bisa jadi bukan sebuah kecelakaan, sebagaimaan penilaian awal para pejabat Lebanon.

"Apapun yang terjadi, itu mengerikan, tapi mereka tidak benar-benar tahu apa yang terjadi," kata Trump.

"Belum ada orang yang tahu," lanjutnya

Para penyelidik mendalami ledakan yang menghancurkan ibu kota Beirut itu fokus pada penyimpanan ribuan ton amonium nitrat di sebuah gudang dekat pelabuhan. Pemerintah Lebanon memerintahkan penahanan rumah terhadap beberapa pejabat pelabuhan yang berkaitan dengan ledakan tersebut.

Pada Selasa, Trump menyebut ledakan itu "serangan mengerikan" dan mengatakan para jenderal Amerika mengatakan kepadanya ledakan itu seperti disebabkan bom.

"Mereka nampaknya berpikir itu sebuah serangan," ujarnya.

"Itu sejenis bom, ya."

Menteri Pertahanan AS, Mark Esper tak sependapat dengan Presiden Trump, di mana pada Rabu mengatakan kebanyakan orang mempercayai ledakan "merupakan sebuah kecelakaan, sebagai dilaporkan."

Tapi kemudian pada hari yang sama, Trump bersikeras belum ada yang tahu apa yang sebenarnya terjadi.

"Bagaimana bisa kalian mengatakan kecelakaan jika mungkin seseorang meninggalkan tipe alat peledak mengerikan dan lainnya di sekitarnya - mungkin begitu. Mungkin itu juga sebuah serangan," ujarnya kepada wartawan dalam konferensi pers di Gedung Putih.

"Saya tidak berpikir seseorang bisa mengatakannya saat ini. Kita sangat menantikannya saat ini."

"Beberapa orang berpikir itu sebuah serangan dan beberapa orang tidak berpikir seperti itu. Dalam kejadian apapun, itu adalah kejadian mengerikan dan banyak orang terbunuh dan sangat banyak orang yang terluka parah. Dan kita berdiri bersama negara tersebut."

"Tapi apakah itu sebuah bom yang sengaja ditaruh - tetaplah sebuah bom," lanjutnya.

"Tapi tidak, saya mendengar dari dua sisi. Itu bisa jadi sebuah kecelakaan dan itu juga bisa jadi benar-benar penyerangan."

Sumber : pikiranrakyat.com & merdeka.com


(Tribunnetizen.news/Celine)
























https://www.instagram.com/putriririajjah/
























Bandar Ceme Online Terpercaya

TerPopuler

close