Video Detik-Detik Buronan kasus Bank Bali Djoko Tjandra Tiba Di Bandara Halim Perdanakusumah Dari Malaysia

Video Detik-Detik Buronan kasus Bank Bali Djoko Tjandra Tiba Di Bandara Halim Perdanakusumah Dari Malaysia

Jumat, 31 Juli 2020, 2:13:00 PM



Tribunnetizen.news - Buronan kasus Bank Bali Djoko Tjandra berhasil ditangkap polisi setelah kabur ke Malaysia dan buron selama 11 tahun.


Kabareskrim Komjen Listyo Sigit mengatakan Kapolri membentuk tim khusus yang secara intensif mencari Djoko Tjandra, sampai mendapatkan informasi ia berada di Malaysia.

"Tadi siang target yang bersangkutan diketahui di Kuala Lumpur. Karena itu sore, kami ke Malaysia dan bekerja sama dengan Kepolisian Malaysia, Djoko Tjandra kami tangkap. Ini merupakan komitmen kami," kata Listyo setibanya di Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta.

"Proses P to P (police to police) berjalan dengan lancar....Ini komitmen untuk terus melanjutkan proses penyeldiikan. Kami akan tetap transparan dan objektif...Proses untuk Djoko Tjandra ada proses di kejaksaan, dan di kepolisian ada proses tersendiri," kata Listyo di Mabes Polri beberapa saat kemudian.

"Kita akan terus melaksanakan proses penyelidikan dan penyidikan secara tuntas untuk dapat kita pertanggung jawabkan ke masyarakat," tambahnya.

Kerja sama dengan kepolisian Malaysia berlangsung selama sekitar seminggu, kata Listyo.

Djoko berada di sebuah tempat di Kuala Lumpur, saat ditangkap, namun Listyo menolak mengungkap lokasi persisnya.

"Begitu bisa diamankan langsung diserahkan ke kita untuk kita lakukan penangkapan dan langsung kita bawa," kata Listyo kepada para wartawan di Mabes Polri.

Djoko yang dijerat perkara cessie Bank Bali, semestinya berada di sel sejak 2009, dengan hukuman dua tahun penjara dan denda Rp15 juta. Namun ia melarikan diri ke luar negeri.

Senin (27/07), polisi menetapkan Brigjen Prasetijo Utomo, eks pejabat Bareskrim Polri sebagai tersangka dalam kasus Djoko Tjandra, dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Selain penetapan tersangka ini, Polri juga tengah menyelidiki aliran dana suap yang diperkirakan diterima sejumlah orang dalam pembuatan surat palsu bagi perjalanan Djoko Tjandra, yang buron selama 11 tahun.

Brigjen Prasetijo yang diduga terlibat dalam pemberian surat jalan dan berada dalam satu pesawat dengan Djoko ke Pontianak tanggal 16 Juni lalu, disebut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Polri, Brigjen Awi Setiyono, dalam kondisi sakit dengan tekanan darah naik dalam sidang lanjutan Senin (20/07) lalu.

Polisi menetapkan pengacara Djoko Tjandra, Anita Dewi Kolopaking sebagai tersangka pada Kamis (30/07).

Dalam pernyataan persnya di Mabes Polri, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono mengatakan, "Penyidik sudah memeriksa sekitar 23 saksi, 3 di antaranya di Pontianak dan lainnya di Jakarta. Kita juga ada barang bukti yang diamankan berupa surat jalan, surat keterangan pemeriksaan Covid, da atas nama JST dan ADK."

Anita disangkakan penggunaan surat jalan palsu berkop Korps Bhayangkara dengan ancaman hukuman maksimal enam tahun penjara.

Sementara itu, Kejaksaan Agung mencopot Kepala Sub Bagian Pemantauan dan Evaluasi 2 pada Biro Perencanaan Jaksa Agung Muda Bidang Pembinaan, Pinangki Sirnamalasari, dari jabatannya.

Pinangki dicopot dari jabatannya karena diduga betemu dengan buronan kasus korupsi Bank Bali, Djoko Tjandra, di Malaysia pada 2019 lalu.

"Wakil Jaksa Agung telah memutuskan, sesuai keputusan Wakil Jaksa Agung Nomor Kep/4/041/B/WJA/07/2020 tanggal 29 Juli 2020 tentang penjatuhan hukuman disiplin tingkat berat berupa pembebasan dari jabatan struktural. Artinya dinon-job-kan kepada terlapor (jaksa Pinangki)," kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Hari Setiyono, kepada para wartawan di Jakarta, Rabu (29/07).


(Tribunnetizen.news/Celine)
















































Bandar Ceme Online Terpercaya


TerPopuler

close