Viral..!! Ada Yang Aneh Hujan Setiap Hari Di Batam? Ternyata Karena Ini . . .

Viral..!! Ada Yang Aneh Hujan Setiap Hari Di Batam? Ternyata Karena Ini . . .

Minggu, 21 Juni 2020, 3:05:00 PM
Tribunnetizen.news - Belakangan ini di kota Batam di kepulauan Riau selalu saja hujan dan beberapa tempat tergenangi air.

Badan Pengusahaan (BPP) Batam bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menerapkan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) berupa hujan buatan untuk mengisi cadangan air di Waduk Duriangkang yang akan berlangsung hingga satu bulan ke depan.

Hujan buatan di Kota Batam dilaksanakan sejak 11 Juni 2020 dan akan berakhir 11 Juli 2020 mendatang.

Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam, Muhammad Rudi, mengatakan, dengan TMC saat ini debit air di dam Duriangkang sudah naik sembilan sentimeter.

“Padahal belum lagi satu bulan. Meskipun sudah 10 sentimeter, kita akan tetap lanjut, karena kontraknya satu bulan,” katanya, Jumat (19/6/2020).

BP Batam, kata Rudi, menargetkan penambahan ketinggian waduk sebanyak 10 cm. Selain menerapkan TMC, pembersihan waduk dari tanaman eceng gondok juga masih rutin dilaksanakan.

Setiap hari kata dia, eceng gondok yang ada di sumber air warga Batam itu dipotong dan dibawa keluar dari waduk. Bahkan, untuk membersihkan eceng gondok ini, BP Batam membeli mesin khusus.

“Itu solusi jangka pendek untuk menjaga ketersediaan air baku kita. Diperkirakan bisa memperpanjang waktu 4-5 bulan,” jelasnya.

“Untuk jangka panjang, kita siapkan interkoneksi, kita buka dari waduk Tembesi ke Duriangkang. Itu bisa tahan 4-5 bulan juga. Artinya, sampai awal tahun
depan masih bisa. November kita mulai lelang untuk pengelolaan, sehingga nanti dam kita ini dikelola profesional,” paparnnya.

Hujan buatan dilakukan tim BPPT dengan menyemai garam di awan dengan bahan semai berbentuk flare hygroskopic ICE chrystal atau biasa dikenal dengan kembang api.

“Bahan semai berbentuk flare dipasang pada bagian sayap ataupun bawah pesawat. Partikel bahan semai masuk ke dalam awan jika flare terbakar,” kata Koordinator Tim TMC BPPT, Budi Harsoyo,

Katad ia, metode penyemaian dengan flare ini dinilai lebih efektif daripada metode penyemaian dengan tabur garam dari belakang pesawat.

Metode flare lanjutnya, menggunakan garam yang dipercikkan melalui semacam suar yang dipasang pada pesawat. Kemudian, flare dinyalakan di dalam atau di bawah dasar awan.

Flare lebih efektif karena dapat mengangkut lebih banyak garam. Adapun, area operasi tim BPPT yakni diatas daerah tangkapan air (DTA) Waduk Duriangkang sebesar 75,18 kilometer.

Budi mengaku, pekerjaan ini sangat sulit karena Batam memiliki topografi berupa dataran rendah dengan variasi perbukitan di tengah hingga selatan pulau. Batam juga merupakan pulau kecil sehingga menjatuhkan dengan tepat hujan buatan di atas Batam merupakan sebuah tantangan tersendiri bagi tim BPPT.

Source : BatamPos

(Tribunnetizen.news/Celine)

























Daftar Poker Online


TerPopuler

close