Video Detik-Detik Seorang Anak Histeris Dan Memanjat Mobil Jenazah, Karena Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif

Video Detik-Detik Seorang Anak Histeris Dan Memanjat Mobil Jenazah, Karena Ibunya Dimakamkan Ala Covid-19 Padahal Negatif

Kamis, 04 Juni 2020, 12:50:00 PM
Tribunnetizen.news - Sebuah video seorang wanita memanjat kap mobil jenazah viral dimedia sosial dan telah banyak dibagikan para netizen.

Menurut informasi kejadian tersebut terjadi di rumah sakit Bhayangkara Makassar.

Berdasarkan keterangan yang kami terima, gadis tersebut memanjat kap mobil karena ibunya akan dimakamkan sesuai protokol Covid-19, padahal dari hasil tes ibunya negatif.





Berikut keterangan caption postingan dari keluarganya :

Assalamualaikum warahmatullahi wabarokaatuh
Ini kejadian kekejaman yang saya dapatkan dari tim medis dan tim gugus yang berbuat kasar kepada kami keluarga korban..

Ummi saya di Vonis PDP padahal meninggalkannya karena stroke disebabkan pembuluh darah pecah di otak sebelah kanan dan akan dimakamkan sesuai protokol covid.. Saya dan Etta (papa) berusaha untuk membawa ummi pulang kerumah dan ingin memakamkannya secara layak di kampung halaman kami (Bulukumba).

Didalam IGD tempat ummi meninggal, saya sudah memohon-mohon kepada tim gugus dan tim medis agar kami membawa ummi pulang, tapi mereka menolak..
Pada akhirnya Etta saya bersujud mencium sepatu pimpinan tim gugus untuk memohon tetapi mereka tetap menolak..
Malahan kami DIBOHONGI, tim gugus berusaha membujuk kami untuk membicarakannya baik2, dan tim medis ingin mengkafankan ummi.. Etta saya pun terbujuk dan keluar dari UGD untuk berbicara dengan tim gugus, sebelumnya Dokter (pak haji sebutannya) menjanjikan akan menyolatkan ummi dan tidak akan memasukkan ummi kedalam peti serta akan menunggu Etta saya kembali untuk melakukan sholat jenazah sama2.. namun semua itu bohong..

Ketika Etta saya sudah keluar, tinggallah saya dan para tim medis, mereka mulai melakukan proses pengkafanan dan ternyata ummi hanya di tayammum, diperlakukan seperti jenazah Covid di semprot disenfektan.. stelah dikafankan mereka mau memasukkan ummi kedalam peti, saya pun Menolak, bukan itu perjanjian diawal. Sikap saya seketika kalah karena dihalangi oleh petugas gugus yg tiba2 datang menyeret saya jauh dari peti.. mereka memasukkan ummi kedalam peti dan menutupnya.. saya mencoba berlari ke peti tapi usaha saya sia-sia, tenaga saya kalah saya disekap tidak bisa bergerak, malah saya terseret jatuh ke lantai dan baju saya ditarik.
Mereka mulai melakukan sholat jenazah tanpa menunggu Etta saya. Mereka membohongi kami.
Mereka pun membawa peti tersebut sambil lari-lari dan saya dihalangi untuk mendekat saya terseret seret mengejar peti itu, saya berusaha bangun dan kembali berlari namun tetap dihalangi lagi..
Sampai didepan RS, saya melihat Etta saya sudah tidur dibawah mobil jenazah untuk memblok, ternyata Etta saya juga disekap dilarang lagi untuk masuk IGD sedari tadi .. adik saya Adel berusaha ingin mendekati peti karena tidak diizinkan masuk IGD sejak semalam untuk melihat ummi terakhir kalinya tetapi Adel di halangi polisi dengan tameng..
saya juga naik ke atas mobil berharap mereka akan memberikan jenazah ummi untuk kami bawa pulang kerumah, tetapi sekali lagi saya dikelitik diseret jatuh ketanah oleh petugas.. akhirnya mereka berhasil membawa ummi , mereka melaju dengan cepat. Etta saya mengambil motonya (N-max) dan membonceng kami (saya, Adel, Alya) untuk mengejar mobil jenazah tersebut, kami bonceng 4.. Hanya Allah SWT yang mampu melindungi kami agar tidak terjadi kecelakaan di jalan.
Setiba di tempat pemakaman, kami tidak diizinkan ikut melakukan proses penguburan, dan hanya bisa sampai di gerbang saja. Mereka sungguh tidak ada hati nurani, mereka menguburkan jenazah yang jelas-jelas bukan Covid di penguburan khusus covid dan mempetikannya, Astaghfirullah..
Dan setelah melakukan pemakaman, mereka meninggalkan kami begitu saja, seandainya benar ummi kami PDP , tidak adakah tindakan dari tim medis kepada kami.. apalagi kepada saya ? Saya yang menemani ummi di RS hingga meninggal sampai mempertahankan ummi (memeluknya) agar tidak mereka bawa..

Saya menuntut keadilan untuk Ummi kami, kami ingin memindahkan jenazah ummi kami yang jelas-jelas NEGATIF Covid.. apa hak Mereka menahan jenazah ummi kami di penguburan itu .
Saya memohon kepada teman-teman yang membaca tulisan saya, tolong bantu kami , tolong kami mencari keadilan untuk ummi kami

Suami almarhumah, Andi Baso Ryadi Mappasulle, mengancam melaporkan tim Gugus Tugas Covid 19 Sulawesi Selatan ke polisi.

"Hari ini saya akan temui tim gugus tugas untuk meminta agar jenazah istri saya dipindahkan. Jika tidak bisa, kami akan mengambil langkah hukum, " kata Andi Ryadi ditemui wartawan di sebuah warkop, Selasa (2/6/202).

Andi Ryadi menceritakan sejak awal sudah menolak istrinya dimakamkan di pekuburan khusus covid di Macanda.

Pada saat itu sudah sangat yakin istrinya tidak terpapar virus Corona.

"Saya sangat yakin istri saya tidak Covid karena saya tahu riwayat istri saya. Kenapa saya mempertahankan waktu saat dimakamkan," kata Andi Ryadi.

Tetapi permohonan itu ditolak oleh petugas Covid pada saat itu. Petugas tetap ngotot untuk memakamkan secara protokol Covid.

Bahkan, ia mengaku justru mendapatkan perlakuan tidak wajar dari petugas dan tidak berdaya. 

Video Nonton Disini :

(Tribunnetizen.news/Celine)

Agen Ceme Terpercaya

TerPopuler

close