Penyelewengan Dana..!! Kepala Desa Dinonaktifkan, Warga Cukur Gundul Sebagai Wujud Bersyukur

Penyelewengan Dana..!! Kepala Desa Dinonaktifkan, Warga Cukur Gundul Sebagai Wujud Bersyukur

Kamis, 04 Juni 2020, 10:44:00 AM
Tribunnetizen.news - Seorang Kepala Desa yang menyelewengkan dana, setelah di protes warga akhirnya di Nonaktifkan dari jabatannya.

Warga yang senang dengan keputusan tersebut akhirnya melupakan kegembiraan dengan cara menggundul rambut hingga botak.

Menurut informasi kejadian tersebut terjadi di Desa Pakembaran Kecamatan Warungpring, Kabupaten Pemalang.

Warga menggunduli rambut setelah ada keputusan menonaktifkan sementara Kepala Desa H Makhfud Yunus dari jabatannya, Rabu 3 Juni 2020.

Perwakilan Forum Masyarakat Desa Pakembaran Sumadi saat dihubungi tribunnetizen.news mengungkapkan, musyawarah dihadiri pejabat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Komisi A DPRD Pemalang, Polres Pemalang, PN Pemalang, Camat Warungpring dan puluhan perwakilan dari warga Pakembaran.

“Aksi sudah berlangsung sejak 16 Januari 2020. Saat itu Kades berjanji akan menyelesaikan tuntutan warga dalam waktu dua minggu. Saat berjalan, Kades minta penundaan sampai April 2020,” terang Sumadi melalui sambungan telepon, Rabu 3 Juni 2020.

Janji, kata dia, tinggal janji. Karena di waktu yang ditentukan, bahkan sampai Mei 2020, Kades Makhfud tidak juga membuktikan janjinya menyelesaikan permasalahan dugaan penyalahgunaan anggaran desa.

Difasilitasi Pemkab Pemalang dan Pemerintah Kecamatan Warungpring sekaligus mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan jika digelar di Balaidesa Pakembaran, musyawarah diputuskan digelar di Pendopo Kecamatan.

Dan, pihak Dispermades sebagaimana disampaikan Sumadi, setelah mendengarkan masukan dari peserta musyawarah, memutuskan menonaktifkan sementara Kades Pakembaran Makhfud dari jabatannya.

Untuk SK penonaktifan resmi dari Pemkab Pemalang, warga diminta menunggu dalam waktu dua pekan ke depan.

Sebelumnya, Forum Masyarakat Desa membeberkan beberapa dugaan penyalahgunaan kewenangan yang dilakukan Kades Makhfud. Diantaranya realisasi pembelian mobil siaga sebesar Rp 220 juta, pembuatan sumur bor sebesar Rp 150 juta dan pengaspalan jalan desa Rp 220 juta.

Selanjutnya, pembangunan 5 unit RTLH Rp 50 juta, BUMDesa bersama Rp 50 juta, pembinaan masyarakat Rp 50 juta, pemberdayaan masyarakat Rp 50 juta, pembangunan rabad beton Rp 31,4 juta, insentif RT/RW Rp 13 juta dan sisa insentif guru Madin dan TPQ Rp 26 juta.

“Dengan adanya kejadian pertanggung jawaban pembangunan tahun 2019 yang belum terealisasi, kami meminta Kepala Desa untuk mengundurkan diri dari jabatannya dan proses hukum selanjutnya kami serahkan semua ini kepada aparat penegak hukum,” tegas Sumadi, 16 Januari 2020 lalu, seraya menambahkan dugaan penyalahgunaan serupa di tahun 2017 dan tahun 2018.

Video Warga Cukur Gundul Sebagai Wujud Bersyukur Nonton Disini :

(Tribunnetizen.news/Celine)

Agen Ceme Terpercaya

TerPopuler

close